Kabupaten Sikka, satu-satunya Kabupaten yang belum menyalurkan RASKIN

Gubernur NTT telah menetapkan Surat Keputusan pagu raskin untuk Kab. Sikka pada tahun 2010 sebanyak 5.440.188 Kg yang diperuntukkan bagi 34.873 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM).

Namun pihak Bulog tidak dapat menyalurkan raskin droping putaran/tahap I yang seharusnya sudah dilaksanakan pada bulan Januari 2010. Hal tersebut tersebut menjadikan Kabupaten Sikka, satu-satunya Kabupaten di NTT yang belum mendrop/menyalurkan RASKIN.
mengenai sebab keterlambatan penyaluran/dropping RASKIN putaran/tahap I ini disebabkan karena Pemkab Sikka c.qBagian Ekonomi Setda Sikka belum memberikan data penerima raskin di tiap kecamatan.
Demikian yang dapat disimpulkan dari pernyataan Kepala Perum Bulog Maumere, Midin Yusuf mengutip berita “Beras Miskin Masih Parkir di Gudang Dolog” oleh Wall Abulat pada Flores Pos Edisi Jum’at, 12 Februari 2010. (hal.4).

Bupati Sikka Sosimus Mitang menjelaskan bahwa untuk mendapatkan RASKIN tersebut setiap RTS-PM wajib menyerahkan kompensasi sebesar Rp. 1600/Kg kepada Kepala Desa masing-masing. Dari fakta ini dapat dipahami bahwa data tersebut sebetulnya sudah ada pada setiap Kepala Desa/Lurah, yang menjadi masalah apakah para RTS-PM sudah membayar kompensasinya, jika sudah apakah data pelunasan tersebut masih berada di Kepala Desa/Lurah, atau sudah di Kecamatan, atau memang sudah terkumpul di Bagian Ekonomi Setda Sikka. Rantai birokrasi yang panjang ini tentu akan melelahkan jika tidak memiliki alur mekanisme yang jelas dan mudah.

Mari kita coba menghitung ala awam untuk mengkritisi berita di Flores Pos tersebut,
dengan pagu beras sebanyak 5.440.188 Kg yang diperuntukkan bagi 34.873 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) maka:

5.440.188 Kg/34.873 RTS-PM = 156 Kg/rumah tangga pertahun atau 13 Kg/rumah tangga perbulan (kita tidak membahas cukup atau tidaknya 13Kg beras untuk sebulan).

Dari 13 Kg itu masing-masing Rp. 1600/Kg sebagai kompensasi maka jumlah kompensasi perbulan adalah Rp. 20.800,-

Mari kita menghitung juga total jumlah uang kompensasi dari 5.440.188 Kg tersebut.
5.440.155 Kg x Rp. 1600,- = Rp. 8.704.300.800,-

atau dengan cara lain:
Rp. 20.800 x 12 bulan x 34.873 RTS-PM = Rp. 8.704.300.800,-

Setelah kita mengetahui nilai atau besaran uang yang diperlukan untuk kompensasi raskin ini saya menjadi banyak termenung.
Saya tidak tahu apakah anggaran Pemkab. Sikka dapat menalangi atau mensubsidi sebagian dari jumlah uang sebesar itu?
saya tidak dapat menjawab dan tidak merekomendasikan apa-apa.

Namun demi 34.873 rumah tangga di Maumere tercinta ini, tentu apapun sumbangan pemikiran kita untuk menyelesaikan masalah ini akan sangat berarti.
”Vote

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s