ada apa dengan Bambu?

Diskusi TKI-MAI: Bambu, Primadona yang Terlupakan

KUPANG, POS KUPANG. com — Bambu adalah bahan bangunan yang secara teknis memiliki sifat dasar fleksibilitas yang memberikan kenyamanan bagi penghuni jika digunakan untuk konstruksi bangunan.

Hal itu terungkap dalam forum Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia (TKI-MAI) XXV saat diskusi ilmiah bertema Arsitektur Nusantara di Aula Kampus FISIP Unwira, Kupang Kamis (15/10/2009).

Diskusi ilmiah ini merupakan salah satu dari 13 paket kegiatan di ajang TKI-MAI XXV, menghadirkan pembicara dari berbagai perwakilan rayon yang mengupas soal keberadaan dan kecendrugan berkembangnya arsitektur nusantara dewasa ini, untuk mendapatkan kesimpulan dan kesamaan presepsi dari permalasahan yang diangkat. Diskusi itu juga menghadirkan Prof Yoseph Prijotomo dari ITS Surabaya, dan diikuti sejumlah praktisi arsitektur diantaranya, Ir. Robert Rayawulan, MT, Ir. Pilipus Jeraman, MT, Ir. Agustinus Riberu, Ir. Ricahrdus Daton, MT, Lois Wilson, ST, Meky Dami, ST dan delegasi dari 135 perguruan tinggi di Indonesia.

Koordinator Paket Kegiataan Diskusi Ilmiah TKI-MAI XXV, Anastasia Tetty mengatakan, diskusi ilmiah itu digelar untuk menciptakan dan mengembangkan pola pikir ilmiah mahasiswa arsitektur juga menajamkan daya pikir kritis serta meningkatkan kemampuan mahasiswa arsitektur dalam menanggapi dan mengkritisi kondisi obyektif dengan argumentasi yang terarah. Dijelaskan, ada beberapa Badan Pekerja Rayon (BPR) yang membawakan materinya dalam diskusi itu untuk dibedah bersama, diantaranya BPR 2 Jawa Barat, BPR 5 Jawa Timur, BPR 10 Palu, dan BPR 16 NTT.

Juru bicara BPR 2 Jawa Barat, Nurul Nurhadiyani dari Universitas Komputer Indoensia (Unikom Bandung) dalam pemaparannya menjelaskan, bambu merupakan bahan bangunan yang mulai dilupakan dewasa ini. Padahal bambu punya keistimewaan karakter yang tidak dimiliki oleh beton. Olehnya, para arsitek diharapkan mulai melirik bambu sebagai material bangunan yang tidak saja menampilkan fleksibilitas, tapi juga memberikan kenyamanan bagi penghuninya jika dimanfatkan secara maksimal untuk bahan bangunan.

Nurul yang saat itu didampingi Dimas Aka dan Kiki Pratama dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung mengatakan, bambu memiliki potensi yang besar jika dikembangkan di Indoensia untuk menggantikan posisi kayu. Penggunaaan bambu sebagai bahan bangunan juga mengatasi penggunaan material kayu yang kian populer yang menjadikan hutan Indonesia jadi berkurang.

Nurul menambahkan, jika di luar negeri penggunaan material bambu tidak saja untuk arsitektur rumah tinggal tetapi juga untuk bangunan gedung berbentangan lebar dan bangunan modern lainnya, di Indonesia, bambu hanya digunakan oleh masayarakat kelas bawah.

Guru besar dari ITS Surabaya, Prof Josef Prijotomo mengatakan, bambu adalah bahan bangunan yang bisa membuat suatu karya bangunan yang paling mahal juga menjadi sesutau karya yang paling murah. Dikatakannya, bambu bisa dibawakan dalam karya arsitektur yang bebas dari ketergantungan teknologi. “Pake bambu tidak tergantung semen, besi, dan sebagainya, sehingga ketika teknologi bambu diperdayakan maka pabrik teknologi akan mengkampanyekan bahwa bambu itu kuno dan tertinggal, ini harus dilawan oleh arsitek,”katanya.

Menurut Ir. Ricahrd Daton, MT guncangan gempa Flores pada 12 Desember 1992 lalu, meluluhlantahkan 99,7 persen bangunan dari tembok dan beton, sedangkan kerusakan pada bangunan kayu dan bambu hanya 0,3 persen. Fakta itu menurut Kajur, Arsitektur Unwira ini bahwa konstruksi syarastruktur, beton itu rigit sedangkan bambu sangat fleksibel dalam menerima guncangan tanpa kerusakan struktur.(gem)

POS KUPANG

2 responses to “ada apa dengan Bambu?

  1. Dibanding dengan negara lain seperti Costa Rica dan Colombia, Indonesia termasuk ketinggalan dalam hal penggunaan bambu sebagai bahan kontruksi bangunan. Padahal negara tersebut memakai teknologi dalam memasyarakatkan bambu baru tahun delapan puluhan baik dari segi struktural maupun arsitektural. Dengan mutu arsitektur tinggi, bambu yang dulu sering disebut sebagai kayunya orang miskin, kini telah menjadi konsumsi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari rumah-rumah kumuh sampai rumah-rumah bertingkat dan mewah. Beberapa bangunan dengan menggunakan material bambu sebagai komponen bangunannya dapat dilihat pada gambar-gambar berikut ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s