Kasus Sail Indonesia 2008, bagaimana dengan Sail Indonesia 2009?

Seluruh Kapal Yacht Peserta ‘Sail Indonesia 2008’ Sudah Start dari Kupang NTT (05-08-2008)

Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Ir. Firmansyah Rahim mengatakan, seluruh kapal pesiar yacht peserta ‘Sail Indonesia 2008’ sudah mulai start dari Kupang, NTT setelah tiba dari Darwin, Australia dan berkumpul di pantai Kupang pada pekan lalu. Kegiatan rally kapal yacht ini akan menyinggahi sebelas tempat tujuan di wilayah perairan Indonesia yang akan berlangsung selama tiga bulan.

Kapal berangsur-angsur bergerak sejak Minggu malam (3/8).
“Tadi malam saya sudah mendapat informasi bahwa hari ini (Senin, 4/8) sekitar 106 kapal yacht dari 120 kapal yang semula mendaftar, sudah mulai melakukan rally dari Kupang NTT.
Seluruh dokumen kepabeanan PIB (Pemberitahuan Impor Barang) mereka sudah lengkap dan mendapat jaminan pemerintah sehingga pihak Bea dan Cukai di sana mengizinkan berlayar,” kata Firmansyah dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (4/8).

Dirjen Firmansyah menyatakan hal itu sekaligus sebagai klarifikasi munculnya pemberitaan seolah-olah kapal peserta ‘Sail Indonesia 2008’ disegel karena tidak dilengkapi dokumen.
Dikatakan, semula dalam rapat koordinasi antara Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Dep. Kelautan dan Perikanan, Deplu, Pemda serta Yayasan Cinta Bahari Indonesia pada Mei lalu disepakati bahwa untuk Sail Indonesia 2008 tidak menggunakan jaminan tertulis pemerintah, tetapi menggunakan mekanisme kerjasama antara penyelenggara dengan asuransi atau agen perkapalan untuk memenuhi aturan kepabeanan, seperti yang berlaku juga pada event-event pameran atau eksibisi olahraga.

Namun, pada saat pelaksanaan pihak penyelenggara –David Woodhouse (Darwin Yacht Club) berkerjasama dengan Yayasan Cinta Bahari sebagai organiser tidak melaksanakan hasil pertemuan tersebut .

Sehingga dikarenakan hal tersebut maka Depbudpar mengadakan pertemuan dengan Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PPSKP) Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan disepakai bahwa Ditjen PPSKP memberi jaminan atas impor barang sementara seluruh peserta ‘Sail Indonesia 2008’.

Sementara penyegelan (custom seal) dilakukan oleh Kantor Bea dan Cukai Kupang dikarenakan pada saat kapal masuk ke pantai Kupang (Teddys) permohonan jaminan tertulis tersebut masih dalam proses, katanya.
Informasi terakhir dari DKP bahwa permasalahan kepabeanan diambil alih oleh DKP dan secara berangsur-angsur sudah dapat diselesaikan bekerjasama dengan Bea dan Cukai Kupang, mulai Minggu malam (3/8) sampai hari Selasa pagi (5/8) secara berangsur- angsur kapal-kapal telah meninggalkan pantai Kupang menuju destinasi selanjutnya yakni Alor, Lembata, Maumere, Ende, Labuhan Bajo, Makassar, Bali, Karimun Jawa, Kumai, Belitung, dan berakhir di Batam.

Pada bulan Juli hingga Oktober setiap tahun perairan Indonesia disinggahi kapal-kapal yacht peserta dari dua event besar wisata kapal layar yakni ‘Sail Indonesia (Kupang-NTT)’ dan ‘Darwin-Ambon Yacht Race (Maluku)’ . Untuk race Darwin-Ambon start dari Darwin pada 26 Juli dan finish di Ambon 29 Juli 2008 lalu serta telah dilakukan penyerahan tropi dan piala bergilir pada 2 Agustus lalu di Kota Ambon. (Pusformas)

One response to “Kasus Sail Indonesia 2008, bagaimana dengan Sail Indonesia 2009?

  1. Mohon ditinjau kembali mengenai berita bahwa implementasi PIBS (Pemberitahuan Import Barang Sementara)bisa dilakukan dengan memakai jalur Asuransi.

    Pada saat rapat itu hanya merupakan pertanyuaan dan bahkan bukan merupakan usulan.

    Pernyataan Bpk. Dirjen. Pengembangan Destinasi Budpar mengenai Yayasan Tidak melaksanakan:

    …….Dikatakan, semula dalam rapat koordinasi antara Ditjen Perhubungan Laut, Ditjen Bea Cukai, Ditjen Imigrasi, Dep. Kelautan dan Perikanan, Deplu, Pemda serta Yayasan Cinta Bahari Indonesia pada Mei lalu disepakati bahwa untuk Sail Indonesia 2008 tidak menggunakan jaminan tertulis pemerintah, tetapi menggunakan mekanisme kerjasama antara penyelenggara dengan asuransi atau agen perkapalan untuk memenuhi aturan kepabeanan, seperti yang berlaku juga pada event-event pameran atau eksibisi olahraga.

    Namun, pada saat pelaksanaan pihak penyelenggara –David Woodhouse (Darwin Yacht Club) berkerjasama dengan Yayasan Cinta Bahari sebagai organiser tidak melaksanakan hasil pertemuan tersebut ……..

    Adalah samasekali tidak benar.karena memang tidak ada jalur untuk itu dan tidak bisa dilaksanakan dengan cara itu.

    Mohon agar dikonfirmasi lebih jelas kepada Pak Dirjen Pengembangan Destinasi Budpar dan Pihak Bea Cukai seandainya memang benar ada. Juga chronologis pelepasan segel tidak seperti yang diberitakan…saya yang melaksanakan dilapangan dan saya yang menghadap Bpk. Dirjen P2SDKP – Dr. Ir. Aji Sularso MMA.

    terima kasih,
    raymond t lesmana
    Ketua Dewan Pengurus
    Yayasan Cinta Bahari Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s